fbpx
Keuangan

JENIS JENIS PAJAK YANG HARUS ANDA KETAHUI

Pada dasarnya setiap negara membutuhkan pendapatan dalam jumlah yang besar. Semakin besar pendapatan yang di peroleh negara, maka akan semakin mudah untuk mengembangkan negaranya dan potensi negara untuk maju menjadi lebih besar. Salah satu cara memperoleh pendapatan besar dengan cepat yaitu memungut pajak yang memiliki beberapa jenis dari masyarakat.

Pajak merupakan suatu pungutan yang harus dibayarkan masyarakat kepada negara yang diatur oleh undang-undang dan pajak hanya dikenakan kepada wajib pajak, jadi tidak semua masyarakat harus membayar pajak. Pajak juga diberlakukan secara memaksa kepada wajib pajak. Apabila wajib pajak sengaja menghindari pembayaran pajak, maka bisa berurusan dengan hukum pidana.

Wajib pajak bisa disandang oleh pribadi atau badan usaha. Pendapatan yang diperoleh negara dari pembayaran pajak akan dipakai untuk berbagai keperluan seperti pembangunan dan berbagai kepentingan lainnya. Pajak juga terdiri dari beberapa jenis dan setiap jenisnya memiliki perbedaan satu sama lain. Berikut adalah jenis jenis pajak yang dibayarkan oleh para wajib pajak kepada negara.

Pajak Menurut Sifat

Pada dasarnya, pajak menurut sifatnya terbagi menjadi pajak langsung dan pajak tidak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah secara rutin dan pajak langsung ditetapkan oleh pihak kantor pajak secara resmi. Pajak langsung tidak boleh dialihkan ke pihak lain, sehingga wajib pajak harus membayarnya secara langsung.

Pajak tidak langsung merupakan jenis pajak yang diberikan pemerintah kepada seseorang yang melakukan perbuatan atau peristiwa tertentu. Pajak tidak langsung akan dipungut sesuai dengan peristiwanya, sehingga tidak akan dipungut secara berkala. Contoh pajak ini biasanya di berlakukan untuk penjualan barang mewah.

Pajak Menurut Instansi Pemungut

Pajak menurut instansi terbagi menjadi dua yaitu pajak daerah dengan pajak negara. Pajak daerah atau pajak lokal merupakan jenis pajak yang di pungut oleh pemerintah daerah, sehingga lingkup masyarakat yang terkena pajak hanya dalam daerah tertentu. Pajak daerah biasanya dipungut oleh pemerintah daerah tingkat II ataupun tingkat I.

Pajak negara atau pajak pusat merupakan suatu pajak yang dipungut langsung oleh pemerintah pusat yaitu Direktorat Jenderal Pajak atau DJP. Pajak negara menjadi pajak yang paling populer. Contoh pajak pusat seperti Pajak Penghasilan atau PPh, Pajak Pertambahan Nilai atau PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM dan masih banyak yang lainnya.

Pajak Menurut Objek Pajak dan Subjek Pajak

Pajak menurut objek merupakan pajak yang menggunakan sistem pengambilan berdasarkan objeknya. Objek pajak menjadi pajak yang dikenakan, akibat adanya kemampuan tambahan secara ekonomis yang diperoleh wajib pajak dan objek pajaknya bisa berasaal dari Indonesia mapun dari luar negeri. Contoh objek pajak seperti pajak kendaraan bermotor dan pajak impor.

Sedangkan pajak menurut subjek pajak merupakan pajak yang dikenakan kepada wajib pajak, karena sudah memenuhi berbagai syarat subjektif. Salah satu syarat subjektif yang dipenuhi yaitu berkedudukan di Indonesia. Siapapun bisa dikenakan subjek pajak, apabila telah memenuhi berbagai syarat objektif. Contoh subjek pajak seperti pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

Kegiatan administrasi yang berhubungan dengan pajak daerah biasanya akan dilakukan di kantor dinas pendapatan daerah atau di kantor pajak daerah. Sedangkan semua administrasi pajak pusat biasanya dilakukan di kantor pelayanan pajak atau KPP, kantor direktorat jenderal pajak atau DJP dan kantor penyuluhan dan konsultasi perpajakan atau KP2KP.

Demikian ulasan singkat mengenai jenis pajak dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.

Leave A Comment

Chat sekarang!
1
Hallo, Kak! Ada yang bisa kami bantu?