fbpx
Keuangan

CARA MENGHITUNG PPH PASAL 23

Seorang warga negara Indonesia yang baik, tentu harus taat dengan berbagai aturan yang berlaku dan salah satu aturan yang harus ditaati adalah pembayaran pajak. Jenis pajak yang diberlakukan pemerintah Indonesia sangatlah banyak dan salah satunya adalah pajak penghasilan 23.

Sekilas Tentang PPh Pasal 23

sekilas pajak pph 23

Pajak penghasilan pasal 23 merupakan pajak yang dipotong secara langsung dari penyerahan jasa, modal, penghargaan dan hadiah. PPh 23 biasanya akan dikenakan setelah adanya suatu transaksi antara 2 belah pihak yaitu penjual dengan penerima atau pihak yang memberikan layanan jasa. Pihak yang melaporkan ke kantor pajak adalah pemberi penghasilan, penerima jasa dan pihak pembeli.

Tarif Pajak Pasal 23

Tarif Pajak Pasal 23

Penentuan tarif pajak penghasilan atau PPh pasal 23 biasanya akan dikenakan dengan dasar pengenaan pajak  atau jumlah bruto yang diperoleh dari penghasilan. Ada 2 jenis tarif pajak yang diberlakukan yaitu 2% dan 15% yang disesuaikan dengan objek pajaknya. PPh pasal 23 yang berlaku di Indonesia sangatlah beragam, sehingga perlu dipelajari dengan baik.

Tarif PPh yang dikenakan pajak 15% dari jumlah keseluruhan bruto yaitu dikenakan pada dividen. Kecuali saat pembagian dividennya dilakukan para orang pribadi akan dikenakan royalti, bunga dan final. Hadiah dan penghargaan yang dikenai pajak 15%, kecuali yang sudah di potong pajak penghasilan pasa 21.

Tarif pajak yang dikenakan 2% dari jumlah bruto yang dihasilkan atas sewa dan penghasilan lain seperti penggunaan harta pribadi, kecuali yang berkaitan dengan sewa bangunan atau tanah. Pajak 2% juga akan dikenakan dari jumlah bruto dari pemberian atau imbalan seperti jasa konsultasi, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa teknik.

Pajak 2% juga akan dikenakan dari jumlah bruto yang diperoleh dari imbalan seperti jasa penebangan hutan, jasa penilai, jasa arsitektur, jasa pengeboran di bidang migas, Jasa penambangan dengan jasa penunjang di bidang penambangan, jasa penunjang di bidang penambangan migas, jasa perencanaan kota dengan arsitektur landscape, jasa laporan keuangan, jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara dan jasa aktuaris.   

Bagi anda yang tidak memiliki kartu Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP, maka anda akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh yang tertera dalam undang-undang pasal 23.

Pada dasarnya yang berhubungan dengan jumlah bruto yaitu semua jumlah penghasilan yang telah dibayarkan atau disediakan sengaja untuk dibayarkan dan telah ditetapkan pemerintah jatuh tempo.

Cara Menghitung PPh Pasal 23

cara hitung pph pasal 23

Bagi anda yang ingin paham mengenai cara perhitungan PPh pasa 23, maka anda hanya perlu mengalikan tarif dengan total jumlah bruto. Untuk lebih memahami mengenai cara perhitungan pajak penghasilan dengan pasal 23 seperti:

PT Gramedium Book merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan buku, hal ini mengharuskan perusahaan memiliki beberapa penulis tetap. Gramedium melakukanpembayaran royalti untuk 2 penulisnya yaitu Maria dengan NPWP 05.222.333.4.555.000 dan Ozawa yang belum memiliki kartu NPWP. Royalti untuk Maria Rp 25.000.000 dan royalti untuk Ozawa Rp 5.000.000.

Untuk pembayaran royalti Maria, maka perhitungannya yaitu 15% x Rp 25.000.000 = Rp 3.750.000 dan hasilnya Maria harus membayar pajak penghasilan sekitar Rp 3.750.000.  

Untuk pembayaran royalti Ozawa yaitu 15% x Rp5.000.000 = Rp 750.000. Ozawa yang belum memiliki NPWP akan dikenakan PPh 100%, maka perhitungannya menjadi 100% x Rp 750.000 = Rp 750.000. Dengan hasil tersebut, maka Ozawa akan dikenakan pajak dengan perhitungan Rp 750.000 + Rp 750.000 = Rp 1.500.000 dan total pembayaran yang harus dilakukan Ozawa sesuai PPh pasal 23 yaitu Rp 1.500.000.

Demikian ulasan lengkap mengenai tarif dan cara menghitung PPh pasal 23. Semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.   

Leave A Comment

Chat sekarang!
1
Hallo, Kak! Ada yang bisa kami bantu?