fbpx
Keuangan

APA ITU PAJAK PENGHASILAN DAN CARA MENGHITUNGNYA

Pajak merupakan salah satu komponen penting yang selalu menjadi bahan perdebatan nasional, apalagi dengan maraknya kasus korupsi di Indonesia. Masyarakat seringkali mengeluhkan tentang penting atau tidaknya membayar pajak, padahal jelas-jelas bahwa pajak bisa hadirkan keuntungan. Pajak penghasilan menjadi jenis pajak yang banyak diperdebatkan masyarakat Indonesia.

Pengertian Pajak Penghasilan

jenis pajak yang harus Anda ketahui

Awalnya pajak penghasilan diberlakukan di Indonesia pada semua perusahaan perkebunan dan sering disebut dengan pajak perseroan atau PPS. Setelah PPS diberlakukan selama beberapa tahun, kemudian pajak dikembangkan secara bertahap dan akhirnya diterapkanlah pajak perorangan atau pajak karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan.

Tepatnya pada tahun 1932, pemerintah mulai memberlakukan ordonansi pajak pendapatan. Pajak ordonansi tidak hanya dikenakan untuk masyarakat Indonesia, namun warga asing yang memiliki pendapatan di Indonesia juga harus membayar pajak. Sejak saat itu perihal pajak terus dikembangkan, sehingga memunculkan pajak penghasilan.

Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan kepada seseorang atau suatu badan hukum yang dihasilkan dari perolehan pendapatan. Pada dasarnya dasar hukum yang mengatur tentang pajak penghasilan adalah Undang-Undang terbaru nomor 36 tahun 2008. Pajak penghasilan biasanya diberlakukan bagi wajib pajak yang punya peningkatan penghasilan.

Langkah-Langkah Untuk Menghitung Pajak Penghasilan

1. Pertama

Cara menghitung pajak penghasilan bisa dilakukan dengan menghitung bruto yang diperoleh setiap bulannya. Silahkan anda jumlahkan keseluruhan penghasilan mulai dari gaji pokok, tunjangan perumahan, tunjangan transport, premi jaminan kematian, premi asuransi kesehatan, premi jaminan kecelakaan kerja dan berbagai tunjangan lainnya.

Anda juga perlu menghitung semua penghasilan di luar gaji pokok seperti uang cuti, uang bonus, uang perjalanan dinas, uang lembur dan dengan uang tambahan lainnya. Setelah semuanya diperoleh, maka anda tinggal totalkan semuanya dan jumlah keseluruhan akan menghasilkan bruto. Dengan mengetahui jumlah bruto, maka anda bisa memulai perhitungan ke langkah selanjutnya.

2. Kedua

Langkah kedua anda untuk menghitung pajak penghasilan yaitu menentukan jumlah penghasilan bersih atau neto dalam kurun waktu satu bulan dan untuk menentukan jumlah bruto sangatlah mudah, karena anda hanya perlu menguranggi penghasilan bruto dengan pengurangannya. Maksud dari pengurangannya yaitu iuran jaminan hari tua biasanya 2% dari gaji pokok, iuran pensiun 2% dari gaji pokok dan uang jabatan 5% dari gaji pokok.

3. Ketiga

Langkah ketiga anda harus menentukan neto atau penghasilan bersih selama 12 bulan atau 1 tahun penuh. Untuk menentukan neto tahunan sangatlah mudah, karena anda tinggal kalikan neto bulanan dengan 12 yang diambil dari jumlah bulan dalam satu tahun.

4. Keempat

Langkah keempat anda harus menentukan penghasilan kena pajak atau PKP dan untuk memperoleh PKP, maka anda tinggal kuranggi netto tahunan dengan jumlah penghasilan yang tidak kena pajak atau PTKP. Pada dasarnya PTKP berbeda, karena disesuaikan dengan status wajib pajaknya. Statusnya dibedakan menjadi belum kawin, K-0 atau status kawin yang belum punya anak, K-1 atau status kawin yang miliki 1 anak, K-2 atau status kawin dengan 2 anak dan K-3 atau kawin dengan 3 orang anak.

5. Kelima

Langkah kelima atau terakhir adalah menghitung pajak penghasilan atau PPh 25 dan acara perhitungannya bisa dilakukan dengan mengalikan jumlah PKP dalam satu tahun dengan tarif PPh 25 yang sedang berlaku. Untuk mengetahui pajak penghasilan per bulan, maka anda tinggal membagi total keseluruhan pajak dalam setahun dengan 12.

Demikian ulasan singkat mengenai langkah-langkah untuk menghitung pajak penghasilan dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.

Leave A Comment

Chat sekarang!
1
Hallo, Kak! Ada yang bisa kami bantu?