fbpx
Keluarga

PENGERTIAN ZAKAT PROFESI, SYARAT DAN CARA MENGHITUNG

Zakat merupakan salah satu hal wajib yang harus dikeluarkan orang islam, karena zakat masuk dalam rukun islam. Jenis zakat memang sangatlah beragam, sehingga seringkali membuat binggung untuk memahaminya. Salah satu zakat yang wajib dikeluarkan adalah zakat profesi, karena jenis zakat ini memiliki dasar hukum yang jelas.

Dasar Hukum Zakat Profesi

Zakat profesi merupakan zakat wajib yang harus dikeluarkan umat islam, apabila sudah memenuhi syarat untuk menjadi pemberi zakat dan banyak orang yang bilang bahwa zakat profesi merupakan zakat penghasilan. Indikator pengeluaran zakat profesi merupakan penghasilan yang diperoleh. Semakin besar penghasilan, maka semakin besar juga zakat yang harus dikeluarkan.

Surat Al-Baqarah ayat 267 dengan Surat At-Taubah ayat 103 merupakan dasar hukum yang menjelaskan mengenai pentingnya zakat profesi. Dengan cara mengeluarkan zakat, maka harta yang diperoleh dan dimiliki seorang muslim akan menjadi suci. Untuk menjadi seorang pemberi zakat memang tidak sembarangan, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Syarat Mengeluarkan Zakat Profesi

Syarat Mengeluarkan Zakat Profesi

Pada dasarnya hukum mengeluarkan zakat profesi adalah wajib untuk semua umat islam yang sudah memiliki penghasilan, namun pemberian zakat profesi harus dilandasi dengan berbagai syarat sah yang terpenuhi.

Harta Pemilik Penuh

Untuk menjadi seorang pemberi zakat, maka anda harus memiliki harta yang dimiliki secara penuh. Penghasilan yang diperoleh merupakan milik pribadi, sehingga bukan milik orang lain atau bukan harga bersama. Harta milik bersama harus mutlak dimiliki, bukan seperti harta warisan yang masih harus dibagi-bagi dengan anggota keluarga lain.

Penghasilan Sudah Penuhi Pokok

Apabila anda sudah memiliki penghasilan yang lebih dari kebutuhan pokok, maka anda sudah diwajibkan untuk membayar zakat. Namun saat anda sudah memiliki penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan pokok, maka anda belum wajib untuk mengeluarkan zakat profesi. Dengan memperoleh penghasilan yang melebihi pokok, maka anda sudah terbilang mampu secara finansial.

Capai Nisab

Ketika anda ingin membayar zakat, maka anda harus mencapai nisab. Nisab disini sama seperti batas capaian dan nisab untuk zakat profesi yaitu 522 kg beras atau bahan pokok. Perhitungan nisab juga disesuaikan dengan standar harga beras atau bahan pokok. Apabila harga beras per kg adalah 10.000, maka perhitungannya dengan 522 kg X Rp. 9.000 = Rp 5.220.000. Dengan contoh perhitungan diatas berarti zakat profesi yang harus dikeluarkan yaitu sekitar Rp 5.220.000.

Bebas Hutang

Apabila anda ingin membayar zakat profesi, maka anda harus terbebas dari hutang dan saat anda masih terlilit hutang, maka anda belum layak untuk membayarkan zakat penghasilan. Apabila anda sudah membayar semua hutang secara lunas, maka anda harus membayarkan zakat penghasilan.

Cara Menghitung Zakat Profesi

Cara Menghitung Zakat Profesi

Pada dasarnya untuk menghitung pajak profesi sangatlah mudah dan besaran zakat profesi yang ditetapkan para ulama yaitu 2,5% dari keseluruhan pendapatan yang diperoleh. Namun perdebatan memang memang muncul di kalangan ulama, karena pendapatan yang dimaksud belum jelas penghasilan bersih atau kotornya.

Namun banyak ulama yang sepakat untuk menghitung zakat profesi dari penghasilan kotor. Misalnya anda memiliki penghasilan senilai Rp 20.000.000 per bulan, maka anda tinggal hitung Rp 20.000.000 X 2,5% = Rp 500.000. Dengan perhitungan tersebut dinyatakan bahwa anda harus keluarkan uang zakat profesi sekitar Rp 500.000.

Demikian ulasan singkat mengenai zakat profesi dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.

Leave A Comment

Chat sekarang!
1
Hallo, Kak! Ada yang bisa kami bantu?