fbpx
Blog

EISENHOWER MATRIKS

Eisenhower Matrix

Eisenhower Matriks merupakan sebuah teori perencanaan atau pengaturan. Metode tersebut dikembangkan dari pernyataan petinggi negara Amerika Serikat yang bernama  Dwight D. Eisenhower.  Eisenhower menyatakan bahwa “What is important is seldom urgent and what is urgent is seldom important” (Apa yang penting biasanya tidak mendadak dan apa yang mendadak biasanya tidak penting). Pada dasarnya, metode perencanaan ini tidak hanya digunakan dalam perencanaan keuangan. Eisenhower pada mulanya berpendat bahwa setiap hal harus diukur baik pada kepentingannya dan keterdesakannya, salah satunya keuangan.

Penggunaan metode ini dalam perencaanan keuangan yaitu dengan mengkategorisasi rencana pengeluaran. Kategorisasi tersebut disusun dengan melihat beberapa aspek, yaitu tingkat kepentingannya dan keterdesakannya. Sehingga secara umum, Eisenhower Matrix memiliki empat kategorisasi, yaitu :

  1. Kuadran pertama, Penting dan Mendesak, Do (Penuhi)
  2. Kuadran kedua, Penting dan tidak mendesak, Plan (rencanakan)
  3. Kuadran ketiga, Tidak penting dan Mendesak, Delegate (alihakan)
  4. Kuadran keempat, Tidak Penting dan Tidak Mendesak, Enliminate (eliminasikan).

Apasih Maksud dari Ke-empat Kategorisasi itu ?

Kategorisasi itu berguna sebagai acuan untuk kita dalam mengelompokkan rencana pengeluaran. Kamu sendiri emang bisa langsung mengelompokkan pengeluarannya tanpa ada acuannya ? susah bukan ?

Jadi dengan adanya kategorisasi yang sudah disedikan oleh Pak Eisenhower, kita akan jadi lebih mudah dalam mengkelompokkan rencana pengeluaran tersebut. Ke-empat kategori tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut ?

  • Kuadran pertama, Penting dan Mendesak, Do (Penuhi)

Pada kuadran pertama, Kamu bisa memasukkan  berbagai hal yang menurutmu penting dan mendesak untuk kehidupanmu. Rencana pengeluaran yang terletak di kuadran ini harus merupakan pengeluaran pokok atau kebutuhan primer. Contoh: Coba kamu bayangkan jika kamu diberikan dua pilihan dengan tabungan 10 juta yang kamu punya. Kedua pilihan itu adalah kamu sangat membutuhkan laptop kerja karena laptop lamamu tidak bisa digunakan. Sedangkan Kamu juga ingin membeli tablet untuk meningkatkan kemampuanmu menggambar. Di posisi ini, kamu diharuskan memilih barang mana yang akan menjadi barang yang akan kamu beli. Tentunya kamu tidak akan membeli tablet hanya karena kamu ingin, iya kan? Karena dalam kasus ini, laptop menjadi sarana utama untukmu mencari uang dikemudian hari. Sedangkan tablet yang kamu inginkan tidak akan mempengaruhi kebutuhanmu dalam bekerja. Jadi, kamu pasti udah tahu nih dari illiustrasi tadi bahwa barang apa yang menjadi penting dan mendesak.

  • Kuadran kedua, Penting dan tidak mendesak, Plan (rencanakan)

Pada kuadran kedua, Kamu  bisa memasukkan berbagai hal yang penting dan tidak mendesak. Jenis rencana pengeluaran yang terletak di kuadran ini tidak perlu dipenuhi saat itu juga. Selain itu, bisa jadi barang itu merupakan barang mahal yang kamu butuhkan dikemudian hari. Barang tersebut juga bisa memberikan mamnfaat besar di kehidupanmu. Karena jenis pengeluaran ini tidak mendesak, Kamu bisa menyusun rencana pengeluaranmu dengan baik agar barang tersebut bisa kamu miliki. Contoh : Coba kamu bayangkan jika kamu diberikan dua pilihan dengan tabungan 10 juta yang kamu punya. Kamu dihadapkan pilihan dengan membeli laptop seperti di atas. Sedangkan kamu merasa bahwa kamu membutuhkan mobil ketika nanti kamu sudah berkeluarga. sedangkan uang tersebut bisa digunakan sebagai dana awal untuk membeli mobil. Kondisi seperti ini mewajibkan kamu untuk memilih, barang mana yang menjadi barang yang bisa kamu rencanakan terlebih dahulu. Pastinya, setelah memahami ketegori di kuadran pertama, Kamu pasti paham barang mana yang bisa kamu rencanakan terlbih dahulu. Pastinya barang itu mobilkan? Karena mobil menjadi kebutuhanmu ketika kamu sudah menikah. Tapi untuk di saat belum menikah, mobil belum sangat butuhkan. Jadi mobil bisa kamu tunda dan kamu rencanakan pengeluarannya lebih baik lagi ya..

  • Kuadran ketiga, Tidak penting dan Mendesak, Delegate (alihakan)

Pada kuadran ketiga, kamu bisa memasukkan berbagai hal yang mendesak tetapi tidak penting. Jenis rencana pengeluaran ini terletak di kuadran mendesak dan harus dipenuhi saat itu juga, tetapi prioritasnya tidak terlalu penting. Tindakan yang baik untuk dilakukan pada kuadran ini adalah dengan mencari alternatif barang yang memiliki fungsi yang sama untuk untuk mengalihkan fungsi barang tersebut. Hal ini ditujukan agar Kamu dapat lebih berfokus ke barang-barang yang lebih penting. Contoh: Coba kamu bayangkan jika kamu diberikan dua pilihan dengan tabungan 10 juta yang kamu punya. Kedua pilihan itu adalah kamu sangat membutuhkan laptop kerja karena laptop lamamu tidak bisa digunakan. Sedangkan Kamu juga ingin membeli tablet untuk meningkatkan kemampuanmu menggambar. Padahal, laptopmu juga bisa difungsikan sebagai alat untuk membantumu belajar menggambar. Jadi, kegunaan dari fungsi tablet saat ini bisa dialihkan dengan menggunakan laptop sebagai alat untuk belajar menggambar juga. Sehingga kamu gak perlu ragu untuk menempatkan tablet sebagai salah satu barang yang bisa kamu alihkan, jika dilihat dari pemanfaatan fungsinya.

  • Kuadran keempat, Tidak Penting dan Tidak Mendesak, Enliminate (eliminasikan).

Pada kuadran keempat atau kuadran terakhir, Kamu bisa memasukkan berbagai hal yang tidak mendesak dan tidak penting. Jenis rencana pengeluaran yang ada di kuadran ini adalah rencana pengeluaran yang itu dipenuhi atau tidak. Tidak akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan kamu, dan  tidak mendesak sehingga dapat ditunda. Hal yang baik untuk mengatasi rencana pengeluaran yang ada di kuadran ini yaitu mengeliminasinya. Contoh: Coba kamu bayangkan jika kamu diberikan dua pilihan dengan tabungan 10 juta yang kamu punya. Kedua pilihan itu adalah kamu sangat membutuhkan laptop kerja karena laptop lamamu tidak bisa digunakan. Sedangkan Kamu juga ingin jalan-jalan bareng teman-temanmu keliling Jepang. Di posisi seperti ini, jalan-jalan bukan menjadi kebutuhan penting dan mendesak. Dimana kamu tidak perlu memaksakan jalan-jalan hanya karena kamu ingin bisa bermain dengan teman-temanmu. Maka kamu seharusnya mengeliminasi rencanamu itu hingga kamu sudah memenuhi rencana pengeluran kebutuhanmu pada kuadran-kuadran sebelumnya/

5 Tips dalam Memanejemen Rencana Pengeluaranmu dengan Menggunakan Eisenhowe Matrix.

  1. Menempatkan hal-hal yang harus penuhi dalam daftar Kamu seperti dalam fitur Goal Setting di Aplikasi Pay OK. Tapi selalu pertanyakan apa yang layak dilakukan pertama kali.
  2. Coba batasi diri Kamu dengan membuat budgeting list atau menggunakan fitur Budgeting di Aplikasi Pay Ok untuk tidak menghindari sifat konsumtif.
  3. Anda harus selalu mempertahankan hanya satu daftar untuk kebutuhan pokok dan sekundernya.
  4. Jangan biarkan hal lain mengganggu rencana pengeluaranmu yang telah kamu susun.
  5. Akhirnya, cobalah untuk tidak terlalu banyak menunda-nunda untuk memenuhi barang tersebut (melunaskannya).

Leave A Comment

Chat sekarang!
1
Hallo, Kak! Ada yang bisa kami bantu?